BLANTERVIO102

Telaga Cebong, Ranukumbolo-nya Dieng Plateau

Telaga Cebong, Ranukumbolo-nya Dieng Plateau
23 Juni 2018

Telaga Cebong, Ranukumbolo-nya Dieng, Harga Tiket Masuk - Sejarah - Camping di Telaga Cebong
instagram/@muhammad_khairul_akbar

Setelah puas menikmati Golden Sunrise Terbaik se-Asia Tenggara di atas Bukit Sikunir, saatnya kita melanjutkan perjalanan di hari terakhir nge-gembell di Dieng Plateau nih sob. Sumpah, sunrise nya the best banget di atas Sikunir.

Sekitar jam 7 pagi, satu per satu pengunjung mulai turun ke bawah bukit termasuk kita dan menuruni ratusan, ralat 'ribuan' anak tangga. Harus bener-bener bisa mengatur pernapasan nih sob biar nggak ngos-ngosan.

Tapi itu semua terbayarkan dengan pemandangan alam yang indah banget. Perbukitan, hutan, gunung, bahkan Telaga Cebong pun kelihatan dari sini. Cuma sayangnya di sepanjang jalur pendakian ini sama sekali nggak ada gazebo atau pos buat beristirahat sejenak melepas lelah.

Setelah sampai di bawah, kita akan disambut bening dan luas nya Telaga Cebong. Yap, Telaga Cebong ini memang ada di bawah kaki bukit Sikunir. Sekali mendayung, dua-tiga pulau terlampaui lah. Telaga Cebong ini terletak di Desa Sembungan, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Dengan luas sekitar 12 hektare, telaga ini menjadi salah satu telaga terbesar dan terluas di Dieng.
 
Telaga Cebong, Ranukumbolo-nya Dieng, Harga Tiket Masuk - Sejarah - Camping di Telaga Cebong
instagram/@gembell_bpckr

Sejarah terbentuknya Telaga Cebong berdasarkan cerita warga setempat, dulu ada seorang bapak sakti yang punya dua orang anak laki-laki. Kakak-beradik ini mengadu kekuatan dengan membuat telaga, sang kakak yang rajin dan sakti memilih membuat  telaga di puncak Desa Sembungan yaitu di sekitar Pakujowo. Sedangkan adik nya yang pemalas memilih tempat yang lebih dekat, yaitu di bawah bukit Sikunir.


BACA JUGA :

Telaga Merdada Dieng, Telaga Terluas di Negeri Seribu Masjid

10 Tempat Wisata Unggulan Dan Instagrammable di Dieng Plateau

Pagi-pagi buta sebelum matahari terbit, si kakak udah berangkat ke Pakujowo dan mulai membangun telaga nya. Sedangkan si adik yang pemalas ini masih ngorok dengan pede nya sampai tengah hari karena dia punya rencana jahat untuk memenangkan pertandingan ini.

Hari semakin sore dan pekerjaan si kakak udah hampir kelar. Air yang tersimpan di akar-akar pohon mulai mengalir dan memenuhi sebagian besar telaga. Sementara si adik yang pemalas, boro-boro kelar, bentuk telaga nya aja masih nggak jelas. Dan disinilah niat jahat nya dimulai.

Dia pergi ke atas menemui kakak nya dan mengatakan kalau kakaknya lah yang memenangkan pertandingan. Dia sudah di tunggu Bapak di rumah dengan hadiah berupa hidangan makanan lezat dan calon istri yang cantik nya subhanallah. Si kakak percaya dengan perkataan adiknya dan langsung pulang ke rumah.

Di saat itu lah adik nya berbuat curang, dia menjebol bendungan yang sudah di buat kakaknya tadi. Tumpah lah semua air yang ada dan mengalir menuju telaga si adik yang ada di bawah, bahkan sampai tumpeh-tumpeh sob. Telaga kakaknya yang semula penuh air berubah drastis menjadi kering kerontang dalam hitungan jam.

Besok nya si Bapak datang ke telaga untuk menilai dan mengumumkan siapa pemenangnya. Udah pasti yang menang si adik yang pemalas dan jahat ini. Dia dinikahkan dengan wanita cantik jelita bak bidadari surga. Telaga tersebut dinamakan Telaga Cebong karena bentuknya yang mirip Cebong jika dilihat dari atas.

Sementara telaga buatan kakaknya sampai sekarang kering kerontang dan dinamakan Telaga Wurung. Wurung artinya tidak jadi dalam bahasa jawa.

Dengan pemandangan perbukitan dan perkebunan milik warga, di tambah suasana adem yang kebangeten, tak salah kalau Telaga Cebong ini disebut juga sebagai Ranukumbolo- nya Dieng. Mantaapp!!

Telaga ini juga dimanfaatkan warga setempat buat kebutuhan sehari-hari dan irigasi. Jangan coba-coba buat nyebur ke Telaga ini ya sob, BERBAHAYA! Telaga ini sangat dalam sekali, selain itu air nya juga sangat dingin. Yang ada begitu naik ke atas, sobat langsung masuk rumah sakit. ENGGAK BANGET!

Tapi kalau sobat punya hobi memancing (memancing ikan ya sob bukan memancing keributan), di telaga ini ada banyak ikan nya. Boleh banget kalau mau mancing disini, asal dengan etika sopan santun dan nggak berlebihan. Terbukti dengan adanya beberapa warga yang sedang memancing di seberang sana, bahkan ada yang sampai menggunakan sampan.

Oh iya, buat sobat yang pengen menghabiskan malam disini dengan camping ceria juga bisa. Mungkin aja nggak berani atau terlalu mainstream bermalam di atas bukit, sobat bisa mencoba camping di Telaga Cebong.


Telaga Cebong, Ranukumbolo-nya Dieng, Harga Tiket Masuk - Sejarah - Camping di Telaga Cebong
instagram/@vylia_16


Memang nggak ada tempat khusus buat camp ground sih disini, tapi bisa lah mendirikan tenda di samping telaga. Ada dataran yang cukup luas buat mendirikan beberapa tenda di samping Telaga Cebong, atau kalau mau camping rame-rame dengan puluhan tenda juga bisa di sekitar area parkir.

Sobat bisa berkoordinasi dan meminta ijin sama petugas tiket di pos retribusi Desa Sembungan demi keamanan dan kenyamanan bersama. Warung dan toilet berjejer banyak banget kok sob, nggak usah khawatir kalau mau buang hajat. Tak perlu gali lubang tutup lubang, hihi.

Tiket masuk Kawasan Wisata Desa Sembungan (Bukit Sikunir dan Telaga Cebong) cuma 5 ribu rupiah per orang dan 2 ribu rupiah buat parkir 1 sepeda motor. Rute perjalanan nya dari Welcome to Dieng, sobat menuju ke arah Dieng Plateau Theater. Setelah ketemu pertigaan, sobat ambil lurus. Ikuti aja jalannya sampai ketemu pos retribusi, sekitar 100 meter dari pos retribusi sobat akan ketemu taman parkir Telaga Cebong.


IInformasi Penting

Harga Tiket Masuk Telaga Cebong: IDR 5.000
Jam Operasional : 24 Jam
Alamat Telaga Cebong: Desa Sembungan, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah 
Rute Perjalanan ke Telaga Cebong: Welcome to Dieng - Telaga Warna - Dieng Plateau Theater - Tiket Retribusi Bukit Sikunir - Telaga Cebong


 
 
Kalau dirasa artikel ini bermanfaat dan berfaedah, silahkan klik tombol share Facebook, Twitter atau Google Plus di bawah ini. Salam Gembell
Share This Article :
Tri Murjianto

Hanya seorang manusia biasa yang hobi mblayang dan blusukan ke kota orang. Kuyy Ngegembell bareng! 

TAMBAHKAN KOMENTAR

1872748957312907368